PEMANFAATAN TANAH HUTAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT KAMPUNG MAPURA KABUPATEN MAYBRAT

  • Federosa Kambuaya Fakultas Kehutanan Universitas Papua
  • Matheus Beljai Fakultas Kehutanan Universitas Papua
  • Charly B. Wanggai Fakultas Kehutanan Universitas Papua

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan jenis tanah hutan sebagai alternatif pengobatan tradisional bagi masyarakat Kampung Mapura Kabupaten Maybrat. Metode penelitian deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi struktural dilakukan untuk memperoleh data tanah dan informasi dari responden. Analisis lanjutan sampel tanah yang meliputi tekstur, pH, struktur dan kadar air juga dilakukan guna mengetahui komposisi dan karaktersitik dari jenis tanah yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat memanfaatkan 1 (satu) jenis tanah yang digunakan sebagai pengobatan yaitu jenis tanah liat. Bagian tanah yang digunakan sebagai pengobatan ialah permukaan tanah maupun bagian dalam tanah dengan cara menggali. Secara umum, struktur tanah yang diperoleh antara lain granular, gumpal bersudut, gumpal membulat dengan tekstur lempung, lempung liat berpasir serta memiliki kisaran kadar air tanah antara 13,18% - 23,26% dan kisaran nilai pH tanah antara 6,1 – 6,84. Penyakit yang disembuhkan ialah sebanyak 8 jenis penyakit. Metode pengobatan ini telah berlangsung lama dan secara hirarki diturunkan dari generasi ke generasi dalam keberadaban masyarakat Maybrat di Kampung Mapura.

Published
2020-03-02
How to Cite
Federosa Kambuaya, Matheus Beljai, & Charly B. Wanggai. (2020). PEMANFAATAN TANAH HUTAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT KAMPUNG MAPURA KABUPATEN MAYBRAT. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 5(2), 142 - 152. Retrieved from https://jurnalpapuaasia.unipa.ac.id/jurnalpapuasia/article/view/147