KEANEKARAGAMAN JENIS REPTIL DI SEKITAR SUNGAI ASEI KAMPUNG SAOKOREM KABUPATEN TAMBRAUW

  • HENDRIKUS R. BURWOS Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • CHARLIE D. HEATUBUN Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • MELIZA S. WORABAI Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman dan komposisi spesies reptil pada berbagai tipe habitat di sekitar Sungai Asei. Membandingkan keanekaragaman dan kesamaan jenis reptil pada beberapa tipe habitat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik Visual Encounter Survey (VES) atau teknik survei perjumpaan visual. Hasil penelitian yang dilakukan berhasil didata sebanyak 25 jenis reptil yang terdiri dari 12 jenis kadal, 2 jenis biawak, 10 jenis ular, dan 1 jenis penyu. Hasil perhitungan Indeks keanekaragaman jenis (H’) dan kemerataan jenis (E’) tertinggi pada tipe habitat hutan pantai H’ (1.43) dan diikuti oleh hutan sekunder H’ (1.39) memiliki tingkat keanekaragaman jenis yang tinggi. Perhitungan indeks Sorensen reptil antara tipe habitat, menunjukkan kisaran indeks antara 50 - 77 atau 50 - 77%, hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai kesamaan jenis semuanya mendekati 1, yang berarti data ini menunjukkan bahwa jenis reptil yang tersebar pada berbagai tipe habitat di sekitar Sungai Asei yaitu pada hábitat hutan primer, hutan sekunder, dan hutan pantai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Beehler BM and Marshall A. 2007. The ecology of Papua, Part One. Periplus Editions. Hong Kong. (Hal. 564-605).

Brown WC. 1991. Lizard of genus Emoia (Scincindae) observation on their evolution and biogeography. California Academy Of Science And The Cristensen Research Institute. San Francisco.

Campbell NA. 2004. Biologi. Edisi Keilima Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Conservation International. 1999. Peta lokakarya prioritas konservasi di Irian Jaya. Lokakarya Penentuan Daerah Prioritas Konservasi Keanekaragaman Hayati Irian Jaya. Biak, Papua.

Conservation International, 2000. Teknik Survei lapangan progam penilaan cepat (Rapid Assessmant Program).

Goin CJ. 1971. Introduction to herpetology. W.H. Freeman & Co Ltd.

Kartikasari SN, Marshall AJ and Beehler BM. 2012 .Ekologi Papua. Seri Ekologi Indonesia, Jilid VI.

Krey K. 2002. Keanekaragaman herpetofauna di Sekitar Sungai Kamtabai Desa Waifoi dan Di Sekitar Sungai Bayon Desa Lopinton Kepulawan Raja Ampat Kecamatan Waigeo Selatan Kabupaten Sorong. Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Negeri Cenderawasih, Jayapura. (Tidak di Terbitkan).

Krey K. 2009. Herpetofauna di sekitar kampung Kaliki, Kabupaten Merauke-Papua.

Magurran A. 1988. Ecological diversity and its measurement. University Press Cambridge.

Mattison C. 1992. Snakes of the world. New York. Fact on Files Inc.

McCoy M. 1980. Reptiles of the Solomon Islands. Wau Ecology Institute. PNG.

O’Shea M. 1996. A guide to the snake of Papua New Guinea. Independent Publishing.

Petocz, R.G. 1987. Konservasi alam dan pembangunan di Irian Jaya. PT. Temprint. Jakarta.

Sidik I dan Mumpuni. 1999. Pengelolaan koleksi herpetologi dalam Suharjo. Y. R (Ed): Buku pengelolaan koleksi spesimen zoologi. Balai Penelitian dan Pengembangan Zoologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

Zug GR. 1993. Herpetology: An introductory biology of ampibians and reptiles. Academic Press. New York.
Published
2020-12-31
How to Cite
HENDRIKUS R. BURWOS, CHARLIE D. HEATUBUN, & MELIZA S. WORABAI. (2020). KEANEKARAGAMAN JENIS REPTIL DI SEKITAR SUNGAI ASEI KAMPUNG SAOKOREM KABUPATEN TAMBRAUW. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 6(2), 122 - 132. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.205