KONTRIBUSI AGROFORESTRI HERBAL TERHADAP PENERIMAAN TUNAI MASYARAKAT LOKAL DI SEKITAR MANOKWARI UTARA (STUDI KASUS DI KAMPUNG BREMI, NYOOM I, DAN LEBAU)

  • MARYANCE I. IHALAUW Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • ADITYA RAHMADANIARTI Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • NOVITA PANAMBE Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari

Abstract

Sistem agroforestri merupakan pengelolaan lahan dan  system pemanfaatan yang mengkobinasikan tanaman kehutan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komposisi pemanfaatan tanaman herbal dan tanaman hutan dengan tujuan memperoleh dan meningkatkan pendapatan ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan di distrik Mnokwari Utara dengan focus pada tiga kampung antara lain Bremi, Nyoom  I, and Lebau dengan menggunakan metode studi kasus melalaui teknik pengamatan. Hasil penelitian memperihatkan bahwa tercatat ada 6 (enam) spesies tanaman herbal yang didominasi oleh serai (Cymbopongon nardusi)  dan kunyit (Curcuma longa), sedangkan tanaman non herbal tercatat sebanyak 12 (duabelas) spesies yang didominasi oleh pisang (Musa sp)  dan cabe (Capsicum annum). Berdasarkan komponen penyusun agroforestry lahan kebun yang dikembangkan oleh masyarakat tergolong Agrisilviculture dengan pola tanam acakcampur (random mixture) dan trees along border pada system perladangan berpindah (shifting cultivation). Penerimaan tunai yang diperoleh masyarakat lokal pada agroforestry berkisar antara Rp. 10.597 – Rp. 36.684 dengan rata-rata Rp. 13.043 (kk/Thn), sedangkan non herbal berkisar antara Rp. 1.465.937 – Rp. 1.549.677(kk/ Thn) dengan rata-rata Rp. 1.489.173 (kk/ Thn). Tanaman herbal memberikan kontribusi terhadap penerimaan tunai masyarakat yaitu berkisar antara -0,71-2,37% dengan rata-rata 0,85%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmi MT, Qurniati R dan Haryono D. 2013. Komposisi tanaman agroforestri dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di desa Pesawaran Indah kabupaten Pesawaran Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 1 (2): 55- 64.

BPS. 2016 Distrik Manokwari Utara dalam angka 2016, Manokwari Utara Subdistrict Figures. Badan pusat Statistik Kabupaten Manokwari. Di unduh pada :http/. Manokwari kab.bps.go.id (08 Oktober 2016).

Cabuy RL, Marwa J, Manusawai J and Rahawarin YY. 2012. Non-woody plant species of Papuan island forest, a sustainable source of food for the local communities. Indian Journal of Traditional Knowledge, 11 (4): 586-592.

Fellows L. 1992. The Lancet, 339, 130. Katno dan Pramono S. 2010.Tingkat manfaat dan keamanan tumbuhan obat dan obat tradisional. (Online). Jurnal tersedia di:http://cintaialam.tripod.co. Tersedia di:http://cintaialam.tripod.co sutarjo, R, M.1999. Pengelolaan Tanaman. Semarang

Huxley P. 1999. Tropical agroforestry. Blackwell Science Ltd, UK, ISBN 0 – 632 – Masyarakat dalam proyek IHMB [skripsi].

Marhalim,. 2015. Kontribusi nilai ekonomis jahan pekarangan terhadap ekonomi rumah tangga petani di desa Rambah Samo kecamatan Rambah Samo kabupaten Rokan Hulu. Artikel Ilmiah pada Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=399740&val=8750&title=KONTRIBUSI%20NILAI%20EKONOMIS%20LAHAN%20PEKARANGAN%20TERHADAP%20EKONOMI%20RUMAH%20TANGGA%20PETANI%20DI%20DESA%20RAMBAH%20SAMO%20KECAMATAN%20RAMBAH%20SAMO%20KABUPATEN%20ROKAN%20HULU.

Rampalino D. 2017. Kontribusi tanaman MPTS pada sistem agroforestri pekarangan terhadap penerimaan tunai masyarakat lokal di kampung Bremi, kampung Menyunfoka dan kampung Lebau Distrik Manokwari Utara. Skripsi Sarjana Kehutanan Universitas Papua Manokwari. (Tidak diterbitkan).
Published
2020-12-31
How to Cite
MARYANCE I. IHALAUW, ADITYA RAHMADANIARTI, & NOVITA PANAMBE. (2020). KONTRIBUSI AGROFORESTRI HERBAL TERHADAP PENERIMAAN TUNAI MASYARAKAT LOKAL DI SEKITAR MANOKWARI UTARA (STUDI KASUS DI KAMPUNG BREMI, NYOOM I, DAN LEBAU). JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 6(2), 133 - 140. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.206