STRUKTUR DAN KOMPOSISI TUMBUHAN BERKAYU FAMILI EUPHORBIACEAE PADA KAWASAN HUTAN ALAM PENDIDIKAN ANGGORI MANOKWARI

  • WELHELMUS BARANSANO Program Studi Manajemen Hutan Alam Produksi, Fakultas Kehutanan Unipa Manokwari
  • RINA N. JOWEI Program Studi Manajemen Hutan Alam Produksi, Fakultas Kehutanan Manokwari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi tumbuhan berkayu dari family Euphorbiaceae di Kawasan Hutal Alam Pendidikan Anggori Manokwari dengan menggunakan pendekatan analisis vegetasi melalui pembuatan plot dan jalur pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1636 individu dari keseluruhan tingkatan pertumbuhan dengan 146 jenis, 106 genus dan 45 famili. Secara struktur pada tingkatan semai, jenis yang dominan ialah Pimelodendron amboinicum dengan INP 2,810%, untuk tingkat pancang jenis yang dominan yaitu Pimelodendron amboinicum dengan INP 10,918%, untuk tingkat tiang yakni Pimelodendron amboinicum dengan INP 11,939%, selanjutnya untuk tingkat pohon didominasi oleh Pimelodendron amboinicum dengan INP 17,85%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ewusie J Y. 1990. Pengantar ekologi tropika. Yogyakarta: Kanisius.

Indriyanto. 2010. Pengantar budi daya hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Johns RJ. 1997. A checklist of the fern allies, ferns, and gymnosperms of the N. E. Kepala Burung (Vogelkop), Irian Jaya, Indonesia. Royal Botanic Gardens, Kew.

Lekitoo K, Peday HFZ, Panambe N, Cabuy RL. 2017. Ecological and ethnobotanical facet of ‘Kelapa Hutan’ (Pandanus spp.) and perspectives towards its existence and benefit. International Journal of Botany. 13: 103-114.

Soerianegara I dan Indrawan. 2005. Ekologi hutan Indonesia. Institut Pertanian Bogor. Laboraturium Ekologi Hutan Institut Pertanian Bogor.
Published
2020-12-31
How to Cite
WELHELMUS BARANSANO, & RINA N. JOWEI. (2020). STRUKTUR DAN KOMPOSISI TUMBUHAN BERKAYU FAMILI EUPHORBIACEAE PADA KAWASAN HUTAN ALAM PENDIDIKAN ANGGORI MANOKWARI. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 6(2), 197 - 205. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.215