Tipologi Pemanfaatan dan Pengelolaan Jenis Bambu di Distrik Rasiei Kabupaten Teluk Wondama

  • Hendra Panambe Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan, Universitas Papua Manokwari, Provinsi Papua Barat
  • Rudi A. Maturbongs Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • Antoni Ungirwalu Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari

Abstract

Salah satu hasil hutan bukan kayu adalah jenis bambu yang memiliki manfaat nilai ekonomi dan ekologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bambu, pola pemanfaatan dan model atau system pengelolaan bambu oleh masyarakat lokas di Distrik Rasiei sebagai produk unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Teluk Wondama. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 jenis bambu. Bentuk pemanfaatan jenis bambu adalah sebagai bahan makanan, konstruksi, kerajinan, alat berburu, alat kesenian, dan perabot rumah tangga. Hasil analisis pengelolaan bambu digunakan analisis SWOT yang pengelolaannya meliputi luas wilayah potensi bambu, desain produk, ijin usaha pengelolaan, modal usaha, sumberdaya manusia dan sarana prasarana.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Batubara R. 2002. Pemanfaatan Bambu di Indonesia. https://library.usu.ac.id/download//fp/hutan-ridwanti4/pdf. (6 Agustus 2020).

Berlian NVA dan Rahayu E. 1995. Budidaya dan Prospek Bisnis Bambu. Penebar Swadaya. Jakarta.

Darmayanto IPGP, Mambrasar YM, Hutabarat P. 2016. Bamboos (Poaceae : Bambusoideae) of Papua, Indonesia. Jurnal Biologi Papua, 8(2): 57-61.

Drasnfield dan Widjaja. 1995. Bamboos PROSEA (Plant Resources Of South – East Asia 7 Bamboos). Prosea Foundation Bogor. Indonesia.

Hendroman NM dan I Sukardi. 1992. Teknik Budidaya Bambu. Puslitbang Kehutanan. Yayasan Sarana Wana Jaya. Jakarta.
https://bambutabah.com/cara-pengolahan-bambu-terbaik// (Diakses pada 16 Juli 2020).

Jhonson. 1992. The Design Of The National Assesment of Educational Progress. Educational Testing Service.

Krisdianto, Sumarni G dan Ismanto A. 2000. Sari Hasil Penelitian Bambu. Himpunan Sari Hasil Penelitian Rotan dan Bambu. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Perkebunan Bogor. Bogor.

Rangkuti F. 2002. Analisis Swot: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia, Jakarta.

Sastrapradja S. Widjaja EA, Prawiriatmodjo S, Soenarko S. 1980. Beberapa Jenis Bambu. Balai Pustaka. Jakarta.

Sinery AS, Angroanto R, Rahawarin YY dan Peday HFZ. 2015. Potensi dan Strategi Pengelolaan Hutan Lindung Wosi Rendani. Ed.1, Cet. 1. Deepublish. Yogyakarta.

Tokede MJ. 2007. Metode Ilmiah. Unipa Press. Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Untung K, Suryanda H, Widjaja EA, Gustami GL, Indraningsi W, dan Kritiningsih M. 1998. Strategi Nasional dan Rancangan Tindak Pelestarian Bambu dan Pemanfaatannya Secara Berkelanjutan di Indonesia. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. Jakarta.

Warren DM. 1991. The Role Of Indigenous Knoledge in Facilitating the Agricultural Extension Process. Papper presented at International Workshop.

Widjaja EA. 2000. Draft Jenis-Jenis Bambu Di Papua. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.

___________. 2001. Identikit Jenis-Jenis Bambu di Jawa. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.

___________. 2001. Identikit Jenis-Jenis Bambu di Kepulauan Sunda Kecil. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.

Widjaja EA. dan Karsono. 2005. Keanekaragaman Bambu di Pulau Sumba. Biodiversitas, 6(2): 95-99.

Winarno FG. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Wong KM. 1995. The Bamboos of Peninsular Malaysia. Forest Resources Center Forestry Departement Sabah. Malaysia.
Published
2021-06-30
How to Cite
Hendra Panambe, Rudi A. Maturbongs, & Antoni Ungirwalu. (2021). Tipologi Pemanfaatan dan Pengelolaan Jenis Bambu di Distrik Rasiei Kabupaten Teluk Wondama. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 7(1), 1 - 9. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.233