Aspek Ekologi Pigafetta filaris (Giseke) Becc pada Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja Manokwari

  • Kemal Dokumalamo Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • Novita Panambe Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • Mariana H. Peday Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • Reinardus L Cabuy Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari

Abstract

Pigafetta filaris (Giseke) Becc merupakan jenis palem yang telah dinyatakan langka oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2001. Tujuannya untuk mengetahui aspek ekologi P. filaris di lokasi TWA Gunung Meja untuk menentukan kebijakan pengelolaan TWA Gunung Meja selanjutnya. Sasaran utama penelitian ini yaitu untuk mengamati aspek ekologi palem P. filaris dan juga jumlah individu palem berdasarkan fase pertumbuhan, dan jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar palem. Hasil penelitian menemukan hanya hanya 2 individu pada fase dewasa. Hasil analisa sifat kimia tanah didapatkan hasil pH 5,5, P 3,31, K 1,13, Ca 3,61, Na 2,04, Mg 0,87, KPK 49,45 dan tingkat kesuburan tanah P. filaris sedang dengan warna tanah hitam, tekstur lempung liat berdebu, dan struktur remah. Faktor klimatis menunjukan suhu rata-rata 29° C, kelembaban 69%, dan tutupan tajuk 57,5%. Faktor topografi P. filaris tumbuh pada kisaran ketinggian 100-120 mdpl, kelerengan dan kemiringan 15-40%. Tumbuhan berkayu yang berasosiasi dengan P. filaris cenderung tumbuh Pometia coreacea dan Pometia pinnata. Status konservasi potensi P. filaris dikhawatirkan akan punah secara ekologi pada kawasan hutan TWA Gunung Meja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsyad, S. (1989). Konservasi tanah dan air. Bogor. IPB Press.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. (2017). Jumlah curah hujan Kabupaten Manokwari. Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Manokwari.

Baker, W.J., dan Dransfield, J. (2006). Sebuah panduan lapangan untuk Palem New Guinea. Kew Publishing. Royal Botanical Garden, Kew.

Dransfield, J., Uhl, N.W., Asmussen, C.B., Baker, W.J., and Harley, M.M. (2008). Genera palmarum – the evolution and classification of the palms. Royal Botanic Gardens, Kew, https://doi.org/10.34885/92.

Ewusie, J.Y. (1990). Ekologi tropika. ITB. Bandung.

Foth, H.D., and Ellis, B.G. (1988). Soil fertility. John Wiley & Sons. New York.

Hanafiah, K.A. (2005). Dasar dasar ilmu tanah. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Hardjowigeno, S. (1992). Ilmu tanah (edisi ketiga). PT. Melton Putra dan PT. Mediayatama Sarana. Jakarta.

Hardjowigeno, S. (2007). Ilmu tanah. Akademi Pessindo. Jakarta.

Hillel, D. (1998) Environmental soil physics: Fundamentals, applications, and environmental considerations. Academic Press, Waltham.

Kartikasari, S.N., Marshall, A.J., dan Beehler, B.M. (2012). Ekologi Papua. Seri Ekologi Indonesian, Jilid VI. Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan Conservation Indonesian, Jakarta.

Kozlowski, T.T., and Kramer, P.J. (1979). Physiology of woody plants. 2nd Edition, Academic Press, New York.

Lekitoo, K., Remetwa, H., Matani, O.P.M., dan Heatubun, C.D. (2008). Keanekaragaman flora Taman Wisata Alam Gunung Meja Papua Barat (jenis-jenis pohon-bagian 1). Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Manokwari.

Mengel, K., and Kirkby, E.A. (1978). Principles of plant nutrition. International Potash Institute. Worblaufen-Beru, Switzerland.

Sudarmadji. (2007). Pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup dan otonomi daerah. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Dies UGM ke-58 Pembangunan Wilayah Berbasis Lingkungan di Indonesia. Yogyakarta.

Supriatna, J. (2014). Berwisata alam di Taman Nasional. Jakarta. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Wirjodihardjo, M.W. (1963). Ilmu tanah. Jilid III. Yasaguna. Jakarta.
Published
2022-06-30
How to Cite
Kemal Dokumalamo, Novita Panambe, Mariana H. Peday, & Reinardus L Cabuy. (2022). Aspek Ekologi Pigafetta filaris (Giseke) Becc pada Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja Manokwari. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 8(1), 67 - 78. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss1.291