Pertumbuhan Kayu Merah (Petrocarpus indicus Willd.) pada Berbagai Jenis Media Tanam
DOI:
https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.432Keywords:
Kayu merah (Pterocarpus indicus Willd.), budidaya, semaiAbstract
Kayu merah (Pterocarpus indicus Willd.) merupakan jenis kayu dari suku Fabaceae atau legume yang sangat potensial dan banyak tersebar di wilayah Indonesia timur. Terdapat beberapa faktor internal mengenai jenis ini yang banyak belum diketahui dengan baik mengenai media tanamnya dan bagaimana perbandingan terbaik untuk pertumbuhan semai kayu merah. Pada kajian ini, digunakan metode completely randomized design (CRD) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 20 semai kayu merah dalam polybag, sehingga secara total terdiri atas 600 semai kayu merah. Media tanam yang digunakan terdiri atas tanah (P1), campuran pasir dan tanah (P2), campuran tanah, pasir dan sekam (P3), campuran tanah, pasir dan bokashi (P4) dan campuran tanah, pasir dan kotoran kambing (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam yang digunakan tidak berpengaruh terhadap pertambahan diameter semai kayu merah dan media tanam terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini dalam meningkatkan pertambahan diameter semai kayu merah adalah campuran tanah, pasir dan bokashi dengan komposisi 3:2:1.
Downloads
References
Afifah H. 2016. Pengaruh media tanam dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan semai tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi). [Skripsi]. Program Studi Kehutanan Universitas Mataram.
Ainiah S, Bakri S, dan Effendy M. M. 2019. Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan semai tanjung (Mimusops elengi L.) Jurnal Sylva Scienteae, 2(5): 776-784.
Almulqu AA dan Renoat E. 2021. Karakteristik tegakan jati diwilayah kesatuan pengelolaan hutan Kabupaten Kupang. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi, 6 (3): 311-319.
Ambarwati. 2007. Efektifitas zat antibakteri biji mimba (Azadirachta indica) untuk menghambat pertumbuhan Salmonella thyposa dan Staphylococcus aureus. Biodiversitas, 1(1):2-5.
Amir N, Hawalid H dan Nurhuda I. A. 2017. Pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan beberapa varietas bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum l.) di polybag. Jurnal Klorofil. XII (2), 68 – 72.
AS R. Maulana, Yetti H dan Yoseva S. 2015. Pengaruh pemberian pupuk bokashi dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays Var saccharata Sturt). Jom Faperta. 2(2),1-14.
Bara A dan Chozin MA. 2009. Pengaruh dosis dan frekuensi pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi di lahan kering. Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id/ bitstream/ handle/ 123456789/35459/aria% 20bara.
Bernas SME, Komara MB, Prayitno, dan Fitri SNA. 2005. Pengaruh zeolit dan pupuk NPK terhadap sifat fisik tanah ultisol berpasir dan produksi kedelai. Prosiding Seminar Nasional Lembaga Pengembangan Wilayah Kering I 1999. Universitas Riau.
Cha HS, Kim WJ, Lee MH, Kim SY, Kim SH, Lee, KH dan Kim TJ. 2016. Inhibitory effect of Pterocarpus indicus Willd water extract on IgE/Ag-induced mast cell and atopic dermatitis-like mouse models. Bioscience, Biotechnology and Biochemistry, 80(5),911–919.
Dharmawan FR. 2013. Pengujian aktivitas hipoglikemik ekstrak air daun Kayu Merah (Pterocarpus indicus Willd) terhadap histopatologi sel hepar tikus diabetes aloksan. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Gustia H. 2013. Pengaruh penambahan sekam bakar pada media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.). E-Journal Widya Kesehatan Dan Lingkungan, 1(1), 12–17.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Paulus Guardini Wensi Tator, Ni Kade Ayu Dewi Aryani, Yakub Benu, Aah Ahmad Almulqu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


