Analisis Spasial Deforestasi Kawasan Hutan Lindung Arfak di Kabupaten Manokwari
DOI:
https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.434Keywords:
Deforestasi, NDVI, analisis ruang, pengecekan lapangan, citra satelit landsatAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari solusi permasalahan antara lain: 1) apakah telah terjadi deforestasi di kawasan hutan lindung Arfak? 2) dimana letak kawasan areal yang mengalami deforestasi di wilayah kawasan lindung Arfak? 3) mengetahui bentuk-bentuk deforestasi yang telah terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan mentransformasi data satelit Landsat dari tahun 2014 hingga 2022 ke dalam indeks perbedaan normalisasi perbedaan vegetasi yang mana diklasifikasikan dan dioverlay guna mendapatkan tutupan lahan dair tahun 2014 hingga 2022, dimana ditemukan bahwa telah terjadi deforestasi. Pengecekan lapangan (ground check) dilakukan juag guna memperoleh data kesesuaian dengan menggunakan tallysheet sehingga diperoleh kesesuaian data analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan tutupan lahan dari areal berhutan menjadi tidak berhutan dari periode tahun 2014 hingga 2022 sebesar 139,01 ha di kawasan hutan lindung Arfak. Bentuk-bentuk deforestasi yang ditemukan antara lain pertanian lahan kering, pemukiman, semak belukar, lahan terbuka dan sebagian kecil berupa erosi yang terjadi.
Downloads
References
Ekadinata, A, dkk. 2008. Sistem informasi geografis untuk pengolalaan bentang lahan berbasis sumber daya alam. Buku 1: Sistem informasi geografis dan penginderaan jauh menggunakan ILWIS Open Source: World Agroforestry Centre. Bogor.
Geist, H.J., Lambin, E.F. 2002. Proximate causes and underlying driving forces of tropical deforestation. BioScience, 52(2): 143–150.
Humaedi, I. 2016. Pendugaan cadangan karbon di vegetasi alpin dan sub alpin area reklamasi
Grasberg PT. Freeport Indonesia. Papua. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kanninen, M., Murdiyarso, D., Seymour, F., Angelsen, A., Wunder, S., German, L. 2009. Apakah hutan dapat tumbuh di atas uang? Implikais penelitian deforestasi bagi kebijakan yang mendukung REDD. Perspektif Kehutanan 4. Center for Forestry Research, Bogor, Indonesia.
Kawamuna, A., Andri, S., Arwan, P.W. 2017. Analisis kesehatan hutan mangrove berdasarkan metode klasifikasi NDVI pada citra sentinel-2. Jurnal Geodesi Undip, 6(1): 277-280.
Koalisi Indonesia Memantau. 2021. Menatap ke Timur: Deforestasi dan pelepasan kawasan hutan di Tanah Papua. Februari, 2021. Jakarta, Indonesia.
Lufilah, S.N., Makalew, A.D.N., Sulistyantara, B. 2017. Pemanfaatan citra Landsat 8 untuk analisis indeks vegetasi di Jakarta. Jurnal Landskap Indonesia, 9(1): 73-80.
Dalam REDD+ dan Perubahan Iklim. Kemenhut RI, UN-REDD, FAO, UNDP, UNEP.
Marwa, J., Sardjono, M.A., Ruchaemi, A., Devung, S, Cabuy, R.L. 2019. Benefit sharing schema from the forest: Identifying potential distributions to customary communities in Teluk Bintuni District, Indonesia. Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis, 67(4): 963-972. DOI: 10.11118/actaun201967040963.
Menteri Kehutanan. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 30/MenHut-II/2009 Tentang Tata Cara Pengurangan Emisi Dari eforestasi Dan Degradasi Hutan (REDD). Jakarta: Kementerian Kehutanan.
Newman ME, McLaren KP, Wilson BS. 2014. Assessing deforestation and fragmentation in a tropical moist forest over 68 years; the impact of roads and legal protection in the Cockpit Country, Jamaica. Forest Ecology and Management, 315:138–152.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Carl Lewis Kapitarauw, Christian S. Imburi, Matheus Beljai

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


