Manajemen Pakan Sebagai Penunjang Konservasi Eksitu Kasuari (Casuarius sp.) di Taman Burung dan Taman Anggrek Biak
DOI:
https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.349Keywords:
Ex-situ, kasuari, konservasi, manajemen, pakan, TBTA BiakAbstract
Salah satu upaya konservasi yang dapat dilakukan dalam menjaga keseimbangan populasi kasuari di luar habitat alaminya adalah melalui konservasi ex-situ, yakni penangkaran. Aspek manajemen pakan termasuk dalam teknik penangkaran yang memainkan peranan penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha penangkaran. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Burung dan Taman Anggrek Biak, Provinsi Papua, antara tanggal 6 Januari – 22 Maret 2022. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi. Pengamatan secara intensif dilakukan terhadap praktek pemberian pakan burung kasuari. Hasil pengamatan dianlisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan pakan kasuari yang diberikan pada TBTA Biak adalah pisang kapok, pisang mas, dan papaya. Waktu pemberian pakan yaitu pukul 08:00-09:00 WIT. Tempat penyimpanan pakan yaitu di dalam gudang menggunakan keranjang untuk mempermudah pengambilan pakan. Dengan pemyimpanan pakan terbuka di dalam ruangan dan tidak menggunakan zat kimia atau freezer. Pemberian pakan dilakukan sekali sehari dengan jumlah konsumsi pakan 1.729,43 gr/ekor/hari bagi kasuari yang dikandangkan dan 4.617 gr/ekor/hari bagi kasuari yang diumbar. Diversifikasi pakan perlu dilakukan dengan menambahkan jenis pakan alami sehingga keseimbangan nutrisi pakan dapat terpenuhi. Jumlah konsumsi pakan sangat dipengaruhi oleh aktivitas kasuari dan ketersediaan ruang untuk beraktivitas.
Downloads
References
Coates BJ. 1985. The birds of Papua New Guinea. Dove Publication Pty Ltd. Aderley, Queensland.
Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia. 2010. Pedoman pembangunan pabrik pakan skala kecil dan proses pengolahan pakan. Jakarata. Direktorat Jenderal Peternakan.
Ensminger. 1990. The effect of Lactobacillus acidophilus on the production and chemical composition of hen eggs. Poultry Sci, 75:491-494.
Fahik M, Mas'yud B, Hernowo J. 2018. Faktor penentu keberhasilan penangkaran burung kakatua sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata, Fraser 1844). Media Konservasi, 23(3): 210-215.
Hardini SYPK, Rahayu I. 2018. Pengaruh sistem pemeliharaan intensif dan free-range di daerah tropis terhadap tingkat kesehatan ayam broiler. Laporan Penelitian Fundamental Bidang Ilmu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Terbuka.
Kartasudjana dan Suprijatna 2006. Manajemen ternak unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.
Kinnaird MF, O’Brien TG. 2005. Fast foods of the forest: The influence of figs on primates and hornbills across Wallace’s line. In Dew J. L. & Boubli J. P. (Eds.), Tropical fruits and frugivores, the search for strong interactors (pp. 155–184). Springer.
Manik H, Warsono IU, Pattiselanno F. 2018. Pola tingkah laku harian burung kasuari (Casuarius sp) di Taman Burung Biak. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis, 8(1): 34-39.
Pangau-Adam M, Muehlenberg M. 2014. Palm seeds in the diet of the northern cassowary (Casuarius unappendiculatus) in Jayapura region, Papua, Indonesia. Palms, 58: 19-26.
Pangau-Adam M, Muehlenberg M, Waltert M. 2014. Rainforest disturbance affects population density of the northern cassowary Casuarius unappendiculatus in Papua, Indonesia. Oryx, DOI:http://dx.doi.org/10.1017/S0030605313001464.19–26.
Prijono dan Handini. 2002. Memelihara, menangkar dan melatih nuri. Cetakan ke-IV. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rahawarin YY, Kilmaskossu M.St.E, Kerepea Y, Mofu WY, Angrianto R, Peday HFZ, Sinery AS, Dimara PA. 2014. Perburuan kasuari (Casuarius spp.) secara tradisional oleh masyarakat Suku Nduga di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat. J. Manusia Dan Lingkungan, 21(1): 98-105.
Shanaz J, Jepson P, Rudyanto. 1995. Burung-burung terancam punah di Indonesia. PHPA Birdlife Internasional Indonesia Programme. Bogor.
Scott ML, Nesheem MC, Young RJ. 1982. Nutrion of the chicken. 3rd Ed., M. L. Scott and Associates. Ithaca, New York.
Setio. 2000. Teknik penangkaran burung langka di Irian Jaya. Laporan Tahunan. Tidak diterbitkan.
Sudarwo, Y, Siriwa A. 1999. Ransum ayam dan itik. Jakarta, Penebar Swadaya.
Snow DW. 1981. Tropical frugivorous birds and their food plants: A world survey. Biotropica, 13: 1–14.
Thohari M, Mas’ud A, Takanjanji M. 2011. Teknis penangkaran rusa timor (Cervus timorensis) untuk stok perburuan. In Prosiding Seminar Sehari Prospek Penangkaran Rusa Timor (Cervus timorensis) Sebagai Stok Perburuan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Warsono. 2002. Pola tingkah laku makan dan kawin burung kasuari (Casuarius sp) dalam penangkaran di Taman Burung dan Taman Anggrek Biak. Makalah pengantar Falsafah Sains (PPS702). Program Pasca Sarjana/S3. Intitut Pertanian Bogor. November 2002.
Warsito H, Bismark M. 2012. Preferensi dan komposisi pakan kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius Linn 1758) di penangkaran. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9(1): 013-021.
Wright D. 2005. Diet, keystone resources and altitudinal movement of dwarf cassowaries in relation to fruiting phenology in a Papua New Guinean rainforest. In J. L. Dew & J. P. Boubli (Eds.), Tropical fruits and frugivores, the search for strong interactors (pp. 205–236).
Springer.
Yuwananta T. 2004. Dasar ternak unggas. Kanisius. Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Abidondifu dkk.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


