Potensi dan Daya Dukung Pakan di Kandang Sanctuary Wallaby Lincah (Macropus agilis papuanus) di Taman Nasional Wasur
DOI:
https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.351Keywords:
Wallaby-lincah, daya dukung, pakanAbstract
Wallaby lincah (Macropus agilis papuanus) merupakan salah satu satwa marsupial yang berperan sebagai pengendali ekosistem asli savana dan padang rumput di Taman Nasional Wasur. Populasi secara global maupun di dalam Taman Nasional Wasur dilaporkan mengalami penurunan. Salah satu langkah teknis yang dilakukan adalah membangun kandang pelestarian (sanctuary) semi alami dengan sistem pemeliharaan tertutup yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan, pengembangan basis stok populasi yang dapat dilepas liarkan kembali, wahana penelitian dan wisata edukatif terbatas. Dalam konsep pemeliharaan di habitat tertutup, maka daya dukung khususnya pakan di dalam kandang pemeliharaan perlu diperhatikan agar wallaby lincah dapat hidup dan berkembang biak secara optimum. Oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi ketersediaan pakan sehingga daya dukung atau jumlah satwa wallaby lincah yang akan dipelihara dapat diperkirakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vegetasi rumput dan pengukuran produktivitas harian rumput pakan di dalam 10 petak pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandang sanctuary di Taman Nasional Wasur seluas 16 hektar memiliki potensi pakan berupa 14 jenis rumput-rumputan yang didominasi oleh rumput alang-alang (Imperata cylindrica), Aristida cumingiana, Fimbristylis sp. dan Paspalum sp. dengan indeks keanekaragaman sedang. Produktivitas hijauan sebesar 18786,393 kg/tahun dan dapat menampung populasi wallaby lincah sebanyak 19.775 ekor dalam setahun atau setara dengan 55 ekor / hari. Jumlah tersebut merupakan daya dukung maksimal dari ketersediaan pakan hijauan rumput.
Downloads
References
Alikodra HS. 1990. Pengelolaan satwa liar. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati IPB. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bogor.
Aplin K, Dickman C, Salas L, Woinarski J, Winter J. 2016. Macropus agilis. The IUCN Red List of Threatened Species 2016:e.T40560A21954106. Downloaded on 29 June 2021 from https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T40560A21954106.en.
BTNW. 2019. Monitoring populasi kanguru/wallaby lincah di site monitoring SPTN III Wasur. Laporan Pelaksanaan Kegiatan (tidak dipublikasi).
Burian J. 2002. Macropus agilis. (On-line), Animal Diversity Web. Retrieved February 01, 2021 from https://animaldiversity.org/accounts/Macropus_agilis/
Heddy.1987. Biologi pertanian. CV Rajawali: Jakarta.
Nowak R. 1999. Walker's Mammals of the World. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Odum EP. 1996. Dasar-dasar ekologi, edisi ke-3. Gadjah Mada University Press.
Prasetyohadi D. 1986. Telaahan tentang daya dukung padang rumput di suaka margasatwa Pulau Moyo sebagai habitat rusa (Cervus timorensis). [Skripsi]. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Tidak Diterbitkan.
Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi tumbuhan jilid 1. Bandung: ITB.
Soerianegara I, Indrawan A. 1988. Ekologi hutan Indonesia. Jurusan Manajenen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.
Soerjani M, Kostermans AJGH, Tjitrosoepomo G. 1987. Weeds of rice in Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.
Stirrat S. 2000. The ecology and management of the agile wallaby, Macropus agilis. PhD Northern Territory University dissertation submission.
Stirrat S. 2003. Seasonal changes in home-range area and habitat use by the agile wallaby (Macropus agilis). Wildlife Research, 30(6): 593–600.
Suprajitno A. 2007. Pendugaan model pertumbuhan populasi dan daya dukung habitat wallaby lincah (Macropus agilis papuanus, Peters and Doria, 1875) di Taman Nasional Wasur. Mater Thesis. IPB Bogor. Accessed on June 21, 2021 http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43738.
Susetyo S. 1980. Padang penggembalaan. Fakultas Peternakan IPB, Bogor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 La Hisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


