Sebaran Mangrove dan Manajemen Konservasi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat: Analisis Pendekatan Pengindaraan Jauh

Authors

  • Agnestesya Manuputty Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.366

Keywords:

Kawasan pesisir, pembangunan berkelanjutan, vegetasi, garis pantai, New Guinea

Abstract

Kawasan pesisir memiliki peran yang penting sebagai ekosistem pendukung dari vegetasi khususnya mangrove. Namun di sisi lain, tekanan pembangunan membutuhkan lahan yang strategis diantaranya daerah pesisir tersebut. Hal ini terjadi secara khusus juga di kawasan pesisir sekitar Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengamati perubahan kawasan vegetasi khususnya mangrove dengan menggunakan pendekatan pengindraan jauh. Metode yang dilakukan adalah menganalisis kawasan mangrove pada dua periode yaitu tahun 2002 dan 2021. Selanjutnya, data yang diperoleh dalam bentuk luasan dibandingkan dan juga dioverlay dengan layer dari jalan, sungai, dan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan luasan kawasan mangrove khususnya di daerah timur lokasi penelitian. Faktor pembangunan diduga menjadi penyebab karena terdapat konversi kawasan mangrove tersebut menjadi pemukiman dan kegiatan ekonomi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan perhatian kepada pemerintah agar dapat memberi perhatian terhadap pengelolaan kawasan pesisir yang mana menjadi ekosistem dari vegetasi mangrove. Di sisi lain, konsep pembangunan berkelanjutan harus bisa mengakomodasi penurunan kawasan mangrove pada masa yang akan datang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antoniou V. 2017. Mapping and the cCitizen Sensor. Mapping and the Citizen Sensor: 1–12 p. doi:10.5334/bbf.a.

Brearley FQ, Adinugroho WC, Cámara-Leret R, Krisnawati H, Ledo A, Qie L, Smith TEL, Aini F, Garnier F, Lestari NS, Mansur M, Murdjoko A, Oktarita S, Soraya E, Tata HL, Tiryana T, Trethowan LA, Wheeler CE, Abdullah M. et al. 2019. Opportunities and challenges for an Indonesian forest monitoring network. Annals of Forest Science, 76 (2). doi:10.1007/s13595-019-0840-0.

Cámara-Leret R, Dennehy Z. 2019. Information gaps in indigenous and local knowledge for science-policy assessments. Nature Sustainability, 2 (8): 736–41. doi:10.1038/s41893-019-0324-0.

Cámara-Leret R, Frodin DG, Adema F, Anderson C, Appelhans MS, Argent G, Guerrero SA, Ashton P, Baker WJ, Barfod AS, Barrington D, Borosova R, Bramley GLC, Briggs M, Buerki S, Cahen D, Callmander MW, Cheek M, Chen C-W. et al. 2020. New Guinea has the world’s richest island. Nature, 584: 579–583. doi:10.1038/s41586-020-2549-5.

Cámara-Leret R, Raes N, Roehrdanz P, De Fretes Y, Heatubun CD, Roeble L, Schuiteman A, van Welzen PC, Hannah L. 2019. Climate change threatens New Guinea’s biocultural heritage. Science Advances, 5: 1–8. doi:10.1126/sciadv.aaz1455.

Fatem SM, Djitmau DA, Ungirwalu A, Wanma OA, Simbiak VI, Benu NMH, Tambing J, Murdjoko A. 2020. Species diversity, composition, and heterospecific associations of trees in three altitudinal gradients in Bird’s Head Peninsula, Papua, Indonesia. Biodiversitas, 21 (8): 3596–605. doi:10.13057/biodiv/d210824.

Gaveau DLA, Santos L, Locatelli B, Salim MA, Husnayaen H, Meijaard E, Heatubun C, Sheil D. 2021. Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat B., Brig Jend Mar Abraham Atururi J. O., Barat P., Gaveau D. Biological Conservation journal 261 (February): 2021.02.13.431006. https://doi.org/10.1101/2021.02.13.431006.

Murdjoko A. 2013. Recuperation of non-commercial trees in logged forest in Southern Papua, Indonesia. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 19 (2): 94–102. doi:10.7226/jmht.19.2.94.

Murdjoko A, Djitmau DA, Ungirwalu A, Sinery AS, Herlina R, Siburian S, Mardiyadi Z, Wanma AO, Wanma JF, Rumatora A, Mofu WY, Worabai D, May NL, Jitmau MM, Alexander G, Mentansan F, Krey K, Musaad I, Manaf M. et al. 2021. Pattern of tree diversity in lowland tropical forest in Nikiwar, West Papua, Indonesia. Dendrobiology, 85: 78–91. doi:https://doi.org/10.12657/denbio.085.008.

Murdjoko A, Marsono D, Sadono R, Hadisusanto S. 2016. Plant species composition and their conspecific association in natural tropical rainforest, South Papua. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 8 (1): 33. doi:10.15294/biosaintifika.v8i1.5217.

Murdjoko A, Ungirwalu A, Mardiyadi Z, Tokede MJ, Djitmau DA, Benu NMH. 2021. Floristic composition of Buah Hitam habitats in lowland tropical mixed forest of West Papua, Indonesia. Floresta e Ambiente, 28 (3). doi:https://doi.org/10.1590/2179-8087-FLORAM-2021-0042.

Pattiselanno F, Krockenberger A. 2021. Road development and indigenous hunting in tanah papua: Connecting the facts for future wildlife conservation agendas. Forest and Society, 5 (1): 181–89. doi:10.24259/fs.v5i1.12528.

Published

2022-12-30

How to Cite

Agnestesya Manuputty. (2022). Sebaran Mangrove dan Manajemen Konservasi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat: Analisis Pendekatan Pengindaraan Jauh. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 8(2), 326–334. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.366

Issue

Section

Research Articles