Karakteristik Sarang Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) di Hutan Negeri Manusela

Authors

  • Remon Lilihata Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
  • Lesty Latupapua Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
  • Andri Tuhumury Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.451

Keywords:

Karakteristik sarang, kakatua maluku, parameter sarang, negeri manusela

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) di Negeri Manusela. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan data secara langsung pada lokasi penelitian. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah parameter pohon sarang dan lubang sarang.  Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis pohon yang digunakan untuk sarang burung kakatua maluku (C. moluccensis) pada hutan Negeri Manusela adalah jenis Pulaka (Octomeles sumatrana) dan Damar (Agathis alba) dengan rata-rata diameter pohon sarang ± 39,3 cm. Pada jenis damar sarang Kakatua Maluku (C. moluccensis) berada pada ketinggian 22 m sedangkan pada jenis pulaka sarang Kakatua Maluku berada lebih rendah yang berkisar antara 10-19 m. Posisi sarang pada batang utama dan posisi sarang berada pada pangkal percabangan pohon. Jenis vegetasi disekitar pohon sarang Kakatua Maluku lebih didominasi oleh jenis Damar dan jenis rotan. Sarang kakatua Maluku berbentuk bulat dan lonjong.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alikodra, H.S. (1990). Pengelolaan satwa liar Jilid 1. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati, IPB: Bogor.

BirdLife International. (2013). Cacatua moluccensis. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature.

Fuller, R. J. (2001). Responses of woodland birds to increasing number of deers. A review of evidence and mecanisms. Forestry, 74(3), 289-298. https://doi.org/10.1093/forestry/74.3.289.

Irmansyah, M. J., Anggoro, D. G., Yangpatra, N., Hidayat, A., & Benu, Y. J. (2005). Sebaran dan karakteristik pohon sarang Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphure pavula) di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. CRES Komodo Project – TN Komodo, Denpasar. Laporan no. 4.

Hutami, A. T., Utami, A. T., Ramadyanti, D., Sari, D. A. K., Faiqah, J. A., Indriani, L. D., Saputra, M. A., Purwani, Y., & Fitriani, N. (2022). Keanekaragaman jenis burung di Taman Kota Spatodea dan Tabebuya, Jakarta Selatan. Bioma, Jurnal Biologi Indonesia, 18(1), 32-41. DOI: https://doi.org/10.21009/Bioma18(1).5.

Latupapua, L. (2016). Jenis dan habitat Burung Paruh Bengkok pada Hutan Wae Illie Taman Nasional Manuela. Agrologia, 5(2), 67-77. DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v5i2.184.

Maahaly, C., & Latupapua, L. (2022). Sebaran dan populasi Burung Mandar Besar (Porphyrio porphyrio) di Negeri Rumah Sokat, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2), 283-289. DOI: https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.360.

Maitale, M., Latupapua, L., & Tuhumury, A. (2022). Kekayaan jenis burung di Hutan Negeri Rumah Sokat Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2), 309-316. DOI: https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.364.

Merry. (2018). Karakteristik sarang tempua Ploceus philippinus (Linnaeus, 1766) di area persawahan Gurun Aur, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. [Diploma THhesis]. Universitas Andalan, Sumatera Barat.

Nurdiana, Y., Pratiwi, R.., & Fauzi, F. (2023). Analisis keanekaragaman spesies burung di agrowisata Cilangkap Jakarta Timur. Edubiologia, 3(2), 95-98. DOI: http://dx.doi.org/10.30998/edubiologia.v3i2.18285.

Pemerintah Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi. Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Jakarta.

Pratama, R. D. (2019). Karakteristik sarang Rangkong (Aves:Bucerotidae) di stasiun penelitian Way Canguk, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Sahusilawane, W., & Hiariey, L. S. (2018). The influence of information technology toward interest in utilisation of the virtual learning environment. Journal of Education and Learning, 12(3), 553-559. DOI: https://doi.org/10.11591/edulearn.v12i3.5710.

Sarino, Usman, F. H., & Nurhaida. (2013). Sifat fisik dan mekanik kayu Benuang (Octomeles Sumatrana Miq) yang didensifikasi berdasarkan duhu dan waktu kempa. Jurnal Hutan Lestari, 1(3), 429-438. DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v1i3.4120.

Wahyudi, Said, J., & Rismawati. (2018). Analisis keanekaragaman jenis tumbuhan pada dua sub komunitas di Hutan Lindung Nua Nea Pulau Seram Tengah Maluku Tengah. Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah, 3(2), 79-83. DOI: 10.35329/agrovital.v3i2.210.

Waren, D., Warmetan, H., & Fatem, S. M. (2020). Identifikasi burung diurnal pada kawasan hutan mangrove Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan. Jurnal Kehutanan Papuasia, 6(2), 155-171. DOI: https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol6.Iss2.209.

Published

2024-06-30

How to Cite

Remon Lilihata, Lesty Latupapua, & Andri Tuhumury. (2024). Karakteristik Sarang Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) di Hutan Negeri Manusela. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 10(1), 67–80. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.451