Analisis Keberhasilan Tahapan Perhutanan Sosial dan Strategi Pengembangan Hutan Desa di Distrik Kayauni Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat
DOI:
https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.516Keywords:
Hutan desa, pendampingan, keberhasilan, Fakfak, Papua BaratAbstract
Skema hutan desa mengalami peningkatan yang signifikan di Papua Barat. Sayangnya dari sekian penelitian tentang hutan desa untuk implementasi dan evaluasi program perhutanan sosial di Papua Barat belum dijumpai. Hal ini tentunya menjadi peluang penelitian tersendiri dalam mengungkap secara spesifik pelaksanaan program perhutanan sosial melalui sebuah kajian komprehensif agar dapat dipublikasikan sejauh mana keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik wawancara, observasi lapang dan studi pustaka. Berdasarkan 5 tahapan perhutanan sosial selanjutnya setiap atribut di masing-masing dimensi diberikan skor dengan skala 1-5. Selanjutnya dianalisis menggunakan statistik naratif menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan pengelolaan skema 5 (lima) Hutan Desa di wilayah Distrik Kayauni, Kabupaten Fakfak berdasarkan kelima tahapan pendampingan program perhutanan sosial menunjukkan bahwa tingkat keberhasilannya berada pada skala 3 (netral) yang berarti belum mencapai semua target dan tujuan di setiap tahapannya sejauh ini. Kendala utama dalam program perhutanan sosial yang belum berjalan secara efektif disebakan oleh permasalahan kendala teknis terkait modal, tenaga pendamping dan internal kelompok masyarakat. Perlunya mengevaluasi secara komprehansif tahapan pendamoingan sehingga dapat mencapai tujuan untuk kesejahteraan dan lingkungan yang berkelanjutan.
Downloads
References
Amalia, A. S., & Maulana, A. (2024). Evaluasi program perhutanan sosial kesejahteraan masyarakat Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Pubmedia Social Sciences and Humanities, 1(3), 1–10. DOI: https://doi.org/10.47134/pssh.v1i3.124.
Aspita, S. (2021). Peran perempuan dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat. Piper, 17(2), 156-159. DOI: https://doi.org/10.51826/piper.v17i2.547.
Cifor & Latin. (2023). Refleksi empat tahun feformasi: Mengembangkan sosial forestri di era desentralisasi. Center for International Forestry Research.
Farid, A. M., Fahreza, F. A., Prasetyo, C. D. P., & Firmansyah, S. H. (2022). Perhutanan sosial sebagai alternatif solusi memilimalisasi deforestasi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bina Hukum Lingkungan, 7(1), 130-149. DOI: https://doi.org/10.24970/bhl.v7i1.305.
Kavanagh, P., & Pitcher, T. J. (2004). Implementing Microsoft Excel software for rapfish: A technique for the rapid appraisal of fisheries status. Fisheries Centre Research Reports, Vancouver.
Moeliono, M., Thuy, P. T., Bong, I. W., Wong, G. Y., & Brockhaus, M. (2017). Social forestry- why and for whom? A comparison of policies in Vietnam and Indonesia. Forest and Society, 1(2), 78–97. https://doi.org/10.24259/fs.v1i2.2484.
Musdalifa, Yusran, & Sabar, A. (2023). Tata kelola kelembagaan Kelompok Tani Hutan Malaka 01 hutan kemasyarakatan di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Jurnal Kehutanan Papuasia, 9(1), 18–28. DOI: https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.424.
Pemerintah Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.39/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017. Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum Dan k Asasi Manusia Republik Indonesia, Jakarta.
Pujo, Sofhani, T. F., Gunawan, B., & Syamsudin, T. S. (2018). Community capacity building in social forestry development: A review. Journal of Regional and City Planning, 29(2), 113–126.
Royer, S. De, Noordwijk, M. Van, & Roshetko, J. M. (2018). Does community-based forest management in Indonesia devolve social justice or social costs? International Forestry Review, 20(2), 167–180. DOI: https://doi.org/10.1505/146554818823767609.
Sahide, M. A. K., Fisher, M. R., Erbaugh, J. T., Intarini, D., Dharmiasih, W., Makmur, M., Faturachmat, F., Verheijen, B., & Maryudi, A. (2020). The boom of social forestry policy and the bust of social forests in Indonesia: Developing and applying an access-exclusion framework to assess policy outcomes. Forest Policy and Economics, 120, 102290. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2020.102290.
Stanzel, J., Krott, M., & Schusser, C. (2019). Power alliances for biodiversity—Results of an international study on community forestry. Land Use Policy, 102963. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.09.038.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Tajuddin, T., Supratman, S., Salman, D., & Yusran, Y. (2019). Bridging social forestry and forest management units: Juxtaposing policy imaginaries with implementation practices in a case from Sulawesi. Forest and Society, 3(1), 97–113. https://doi.org/10.24259/fs.v3i1.6049.
Ungirwalu, A., Awang, S. A., Suryanto, P., & Maryudi, A. (2019). Small scale ecology and society: Forest-culture of Papua Nutmeg. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13, 114–126. https://doi.org/10.22146/jik.52091.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Avalinus M. Warawarin, Antoni Ungirwalu, Obed N. Lense

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


