Identifikasi Jenis Tumbuhan Pewarna Alami Kain Tenun Ikat di Sekitar Kawasan Hutan Produksi (HP) Bifemnasi Sonmahole, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka
DOI:
https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.429Keywords:
Tumbuhan pewarna alami, kain tenun ikat, hasil hutan bukan kayu (HHBK)Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan tumbuhan pewarna alami tenun ikat terhadap dukungan kelestarian ekosistem di sekitar kawasan hutan produksi (HP) Bifemnasi Sonmahole Kecamatan Botin Leobele. Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil hasil penelitian di sekitar kawasan HP Bifemnasi Sonmahole, terdapat 3 jenis tumbuhan yang biasanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami kain tenun ikat yaitu Mengkudu (Morinda citrifolia L), Kemiri (Aleuritas moluccana L), dan Tarum (Indigofera spicata). Sedangkan tumbuhan Loba (Symplocos sp.) tidak ditemukan di sekitar Kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Bifemnasi Sonmahole sehingga masyarakat membelinya dari pasar. Pengolahan tumbuhan pewarna alami untuk menghasilkan warna hitam yaitu memanfaatkan daun Tarum yang dicampur dengan bubuk kapur dan abu tungku dapur, dan warna merah dimanfaatkan dari percampuran akar mengkudu dan kulit Loba yang sebelumnya diramu dengan menggunakan campuran daging buah kemiri.
Downloads
References
Anonim. 2009. Kementerian Kehutanan Tentang Penegasan Status dan Fungsi Kawasan Hutan. Jakarta.
Anonim. 2014. Kementerian Kehutanan Tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jakarta.
Anonim. 2021. UPT KPH Wilayah Kabupaten Malaka Tentang Identifikasi Kerusakan Hutan dan Lahan. Malaka.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Malaka. 2019. Kecamatan Botin Leobele dalam angka 2019. Malaka: Badan Pusat Statistik.
Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. 2022. pendampingan kegiatan Perhutanan Sosial masyarakat pemegang ijin perhutanan sosial (Hkm).
Arianto, J. 2021. Analisis ketersediaan dan penyebaran hasil hutan bukan kayu jenis tanaman pewarna kain tenun ikat di das rindi, kecamatan rindi, kabupaten sumba timur. Jurnal Wana Lestari, 4 (1): https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/warnalestari/article/view/4895.
Husodo, T. 1999. Peluang zat pewarna Alami untuk Pengembangan Produk Industri Kecil dan Menengah Kerajinan dan Batik. Yogyakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Keputusan Gubernur No. 404. 2018. Hasil hutan bukan kayu unggulan di Provinsi NTT.
Langgar, A. 2014. Kain tenun NTT, selayang pandang. http://www.adhylanggar.info/idkain-tenunNTT-selayang-pandang. (diakses 17 September 2021).
Lemmens, R.M.H.J dan N. Wulijarni-Soetjipto. 1999. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara No 3. Tumbuh-tumbuhan Penghasil Pewarna dan Tanin. Balai Pustaka. Jakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 23. 2021. Penyelenggaraan Kehutanan.
Peraturan Pemerintah Nomor 35. 2007. Hasil Hutan Bukan Kayu.
Seran W, et all. 2022. Identification and Distribution of plants that have the potential as natural dyes for ikat weaving in Malacca District. Jurnal Agribisnis Perikanan.
http://www.jurnal.ummu.ac.id/index.php/agrikan/article/view/1312.
Seran W, Yanete W. Hana. 2018. Identifikasi jenis tanaman pewarna tenun ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur. Jurnal AGRIKAN Volume 11 Nomor 2, EISSN 2598-8298/P-ISSN 1979-6072. DOI: https://doi.org/10.29239/j.agrikan.11.2.1-8.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Barbara Yunita Leki, Wilhelmina Seran, Norman Riwu Kaho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


