Analisis Struktur dan Kinerja Pemasaran Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) di Kabupaten Kupang (Studi kasus di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur)

Authors

  • Prestilia Dethan Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanain Universitas Nusa Cendana
  • Mamie E. Pellondo'u Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanain Universitas Nusa Cendana
  • Norman P.L.B. Riwu Kaho Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanain Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.506

Keywords:

Struktur pasar, kinerja pemasaran, saluran pemasaran, jambu mete, hasil hutan bukan kayu (HHBK)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan kinerja pemasaran Jambu Mete di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dan dilanjutkan dengan snowball sampling sebanyak 47 responden petani Jambu Mete dan responden pedagang sebanyak 6 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data produksi Jambu Mete diolah dengan menggunakan rumus CR4 untuk mengetahui struktur pasar dan analisis kinerja pemasaran, dapat dilihat dengan menghitung margin pemasaran, farmer share, share biaya dan keuntungan lembaga pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukan struktur pasar yang terbentuk dalam pemasaran Jambu mete gelondongan di Desa Sillu adalah oligopoli sedang yaitu struktur pasar yang didominasi oleh sedikit perusahaan yang saling bersaing. Kekuatan yang dimiliki masing-masing perusahaan cukup besar dalam mempengaruhi harga pasar. Margin pemasaran atau selisih harga mengikuti dua saluran adalah: saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 5.000/Kg dan saluran pemasaran II sebesar Rp.100.000/Kg. Farmer’s Share yang diterima petani pada saluran pemasaran I sebesar 75% dan petani pada saluran pemasaran II sebesar 6% (gelondongan) dan 50% (kacip). Keuntungan petani terbesar berada pada saluran pemasaran II yaitu sebesar Rp.183.952 /kg dan yang terendah berada pada saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp.1.863/kg.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraeni, M. D., & Baladina, N. (2017). Analisis struktur, perilaku dan penampilan pasar kentang di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 1(2), 69-79. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2017.001.02.1.

Besanko., D. (2010). Economic strategy. 5th edition. John Wiley & Sons.

Cabuy, R. L., Marwa, J., Manusawai, J., & Rahawarin, Y. Y. (2012). Non-woody plant species of Papua Island forests, A sustainable source of food for the local communities. Indian Journal of Traditional Knowledge, 11(4), 586-592.

Dahl, D. C., & Hammond, J. W. (1977). Market and price analysis (The agricultural industries). Mc. Graw Hill Book Coy, New York.

Fauzi, H. (2008). Peranan hasil hutan non kayu terhadap pendapatan masyarakat. Jurnal Hutan Tropis Borneo, 23, 73-82.

Hudson, D. (2007). Agricultural markets and prices. Blackwell Publishing Ltd. USA, UK and Australia.

Lambu Apu, F., Rohi, J. G., & Arrasyid, B. (2022). Efisiensi saluran pemasaran jambu mete di Desa Lailunggi. Jurnal Sains Agribisnis, 2(2), 63-72. DOI: https://doi.org/10.55678/jsa.v2i2.763.

Leki, B. Y., Seran, W., & Kaho, N. R. (2023). Identifikasi jenis tumbuhan pewarna alami kain tenun ikat di sekitar kawasan hutan produksi (HP) Bifemnasi Sonmahole, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka. Jurnal Kehutanan Papuasia, 9(1), 61-68. DOI: https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.429.

Levens, M. (2010). Marketing: Defined, explained, applied. Undergraduate Principles of Marketing Textbook. International Edition. Pearson: Prentice Hall.

Luron, K. S. (2021). Analisis struktur dan kinerja pemasaran jambu mete di Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur. [Skripsi]. Jurusan Kehutanan, Universitas Nusa Cendana, Kapang.

Miar., & Batubara, K. R. (2019). Analisis konsentrasi rasio industri besar dan sedang di Indonesia (Studi empiris pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2013- 2017). Jembatan: Jurnal Ilmiah Manajemen, 16(2), 121–132. DOI: https://doi.org/10.29259/jmbt.v16i2.10754.

Musdalifah., Yusran., & Sabar, A. (2023). Tata kelola kelembagaan kelompok tani hutan Malaka 01 hutan kemasyarakatan di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Jurnal Kehutanan Papuasia, 9(1), 18-28. DOI: https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.424.

Nugroho, A. C., Farns, T. M., Kainde, R. P., & Walangitan, H. G. (2015). Kontribusi hasil hutan bukan kayu bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan (Studi kasus Desa Bukaka). Jurnal Cocos, 6(5), 1-12. DOI: https://doi.org/10.35791/cocos.v6i5.7587.

Nurdiyah., Fariyanti, A., & Jahroh, S. (2014). Analisis pemasaran jambu mete di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Informatika Pertanian, 23(1), 85-94. doi:10.21082/ip.v23n1.2014.p85-94.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. (2022). Data Jambu Mete 2017-2021. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rizkyanti, A. (2010). Analisis struktur pasar Industri karet dan barang karet periode tahun 2009. Media Ekonomi, 18(2), 1-18.

Sa’diah, S. A., & Tamami, N. D. B. (2020). Proyeksi ekspor beras nasional melalui Gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) pertanian indonesia. Jurnal Pamator, 23(2), 159-160. DOI:10.21107/pamator.v13i2.8527.

Selan, M. (2020). Analisis kondisi sosial ekonomi petani jambu mete (Anacardium occidentale L.) di kelompok tani hutan Paloil Tob Desa Silu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. [Skripsi]. Jurusan Kehutanan, Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Published

2024-06-30

How to Cite

Prestilia Dethan, Mamie E. Pellondo’u, & Norman P.L.B. Riwu Kaho. (2024). Analisis Struktur dan Kinerja Pemasaran Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) di Kabupaten Kupang (Studi kasus di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur). JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 10(1), 44–52. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.506