Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stump Jati Eksotik Hasil Klon

Authors

  • Ade Nova Laura Ayaan Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • Evelin Anggelina Tanur Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari
  • Nunang Lamaek May Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari

DOI:

https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss1.296

Keywords:

Rehabilitas lahan, media tanam, stump jati

Abstract

Perubahan pemanfaatan lahan tanpa penerapan teknik yang tepat dapat menyebabkan kerusakan tanah, jika terus berlanjut dikhawatirkan akan terjadi kerusakan lahan yang berakibat meluasnya lahan kritis. Jenis tanaman unggulan kehutanan yang dapat dimanfaatkan adalah Jati (Tectona grandis Linn. F). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pertumbuhan tunggul klon jati muna pada berbagai media tanah dengan penambahan pupuk. Perlakuan yang diberikan pada media tanam yang digunakan adalah: tanah merah, tanah kapur, dan tanah berpasir dengan pupuk kandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 sampel yang ditempatkan tanpa naungan memiliki persentase kelangsungan hidup sebesar 63% dan 30 sampel yang ditempatkan di bawah naungan memiliki persentase kelangsungan hidup sebesar 80%. Sedangkan penguasaan lahan yang terdiri dari 20 sampel memiliki persentase kelangsungan hidup 100%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Jati dapat tumbuh dengan baik pada ketiga jenis tanah tersebut. Penggunaan Jati kloning sangat dianjurkan untuk tujuan rehabilitasi lahan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, I., dan Hanif, H.N. (2017). Pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan mutu bibit Cempaka Wasian (Magnolia tsiampaca (Miq.) Dandy) di persemaian. Jurnal Wasian, 4(1), 11-16.

Asriyanti., Wardah., dan Irmasari. (2015). Pengaruh berbagai intensitas naungan terhadap pertumbuhan semai Eboni (Diospyros celebica Bakh). Jurnal Warta Rimba, 3(2), 103 -110.

Azhar, M.A. (2007). Kerusakan ekologis hutan Jati di Kabupaten Muna. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 11(2), 227-245.

Indrihastuti, D. (2016). Analisis lahan kritis dan arahan rehabilitasi lahan dalam pengembangan wilayah Kabupaten Kendal Jawa Tengah. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Download ejurnal2.undip.ac.id/indeks.php/tataloka/articel/view/687 tanggal 2 Oktober 2017.

Kramer, P.J., and Kozlowski, T.T. (1979). Fisilogi tumbuhan berkayu. Akademi Press, Inc.Florida.

Mote, K. (2018). Suhu kelembaban, tingkat kemasaman tanah pada persemaian stump Jati Muna (Tectonagrandis Lind, F) hasil kloning di Kelurahan Amban, Manokwari. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Diploma III Budidaya Hutan. Universitas Papua, Manokwari.

Pandit, I.K.N., dan Ramdan, H. (2002). Anatomi kayu. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.

Riskan, E., Mindawati., Nina., dan Widyani, N. (2013). Manual budidaya Jati (Tectona grandis Linn. F). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Prodiktivitas Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor, Indonesia.

Risnawati. (2019). Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan stump Jati eksotik hasil klon di Manokwari. [Skripsi]. Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Papua, Manokwari.

Shintia, M., Fajriani, S., dan Ariffin. (2017). Pengaruh waktu dan lama penyungkupan terhadap pertumbuhan tanaman Kastuba (Euphorbia pulcherrima Wild). Plantropica Journal of Agricultural Science, 2(1), 64 -68.

Undang-Undang Nomor 41 (1999). Tentang kehutanan. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Jakarta.

Usuluddin., Burhanuddin., dan Muin, A. (2018). Pertumbuhan tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) pada tanah aluvial dengan naungan dan tinggi bibit berbeda. Jurnal Hutan Lestari, 6(3), 605–617.

Published

2022-06-30

How to Cite

Ade Nova Laura Ayaan, Evelin Anggelina Tanur, & Nunang Lamaek May. (2022). Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stump Jati Eksotik Hasil Klon. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 8(1), 114–124. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss1.296